Nabi Shalih as. merupakan nabi yang diutus untuk menyampaikan dakwah kepada kaum tsamud, kaum yang hidup setelah kaum ‘Ad. Nama tsamud sendiri diambil dari nama kakek moyang mereka, yaitu Tsamud saudara Judais, Putra dari Atsir bin Iram bin Sam bin Nuh as.

Kaum Tsamud yang Membangkang

Allah swt memberikan keistimewaan kepada Kaum Tsamud berupa kemampuan dalam membuat bangunan yang megah berupa istana-istana. Bahkan mereka dapat memahat gunung-gunung untuk di jadikan sebagai rumah. Allah SWT berfirman

وَاذْكُرُوْٓا اِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاۤءَ مِنْۢ بَعْدِ عَادٍ وَّبَوَّاَكُمْ فِى الْاَرْضِ تَتَّخِذُوْنَ مِنْ سُهُوْلِهَا قُصُوْرًا وَّتَنْحِتُوْنَ الْجِبَالَ بُيُوْتًاۚ فَاذْكُرُوْٓا اٰلَاۤءَ اللّٰهِ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ ٧٤

Dan ingatlah olehmu diwaktu tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘ad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan (QS. Al-a’raf :74)

Namun adanya kelebihan ini, tidak membuat mereka bersyukur dan beriman kepada Allah swt, justru mereka membangkang dan ingkar sebagaimana kaum sebelumnya yang mendustakan ajaran Allah.

Mukjizat nabi saleh as. Unta keluar dari batu

Suatu hari ditengah perkumpulan kaum Tsamud, datanglah Nabi Saleh untuk berdakwah dan mengajak kaum Tsamud menyembah Allah sebagaimana biasanya, namun salah satu dari mereka berkata “apabila engkau benar-benar merupakan utusan dari Tuhanmu, maka keluarkanlah seekor unta dari batu dengan ciri-ciri begini dan begitu” ujar mereka. Kemudian Nabi Saleh menjawab “seandainya aku mampu melakukan apa yang kalian minta, apakah setelah itu kalian akan masuk dan menerima kedalam ajaran yang aku serukan?”, lantas mereka menjawab dengan kompak “ya”. Setelah itu nabi Saleh menuju tempat beribadahnya kemudian berdo’a. Allah swt memerintahkan sebuah batu untuk merekah, kemudian keluarlah unta betina yang sedang hamil sesuai dengan ciri-ciri yang mereka sebutkan. Kaum tsamud terperangah dan kaget. akibat kejadian tersebut banyak dari mereka yang masuk kedalam ajaran Nabi Shaleh, namun banyak juga dari mereka yang berdusta akan janjinya.

Demikian Unta mukjizat tersebut di nisbatkan sebagai bentuk tasyrif dan ta’dzim (kemuliaan dan keagungan allah swt). Nabi Saleh as. memerintahkan kaum Tsamud untuk tidak menyakiti bahkan membunuh unta itu,dan memberikan kesempatan untuk bergiliran memanfaatkan sumur, seandainya mereka melanggar maka adzab Allah amatlah pedih.

Konspirasi membunuh unta

setelah sekian lama waktu berselang, tibalah saatnya kaum tsamud berkumpul untuk membahas pembunuhan terhadap unta Nabi Saleh, dengan alasan mereka ingin menguasai sumur seperti sedia kala.

Orang yang ditugaskan untuk membunuh unta tersebut adalah Qidar bin Salif dan Mashra’ bin Mahraj. Keduanya merupakan orang terkemuka di kalangan bangsa Tsamud.

Sebelum melakukan aksi pembunuhan terhadap unta, mereka lebih dulu pergi menemui kaumnya untuk mengutarakan rencana tersebut serta meminta restu, kaumnya memberi bantuan tenaga berupa pengikut berjumlah tujuh orang lainnya dalam melakukan aksi pembunuhan tersebut. Akhirnya berangkatlah sembilan pemuda itu menuju tempat yang biasa dilalui oleh unta Nabi Saleh as. ketika unta itu lewat, Mashra’ langsung melemparkan anak panahnya hingga mengenai tulang betis unta disusul dengan Qidar yang kemudian menghujamkan pedang sehingga urat kaki unta itu putus seketika. Sementara anak unta yang berada didekatnya segera lari dan naik ke atas gunung yang aman.

Allah menurunkan adzab kepada kaum Tsamud

Atas kejadian itu, Nabi Saleh berkata kepada mereka, “bersukarialah kalian semua dirumah selama tiga hari.” (QS. Hud:65)

Kamis pagi setelah terjadinya peristiwa tersebut, wajah kaum Tsamud mendadak berubah berwarna kuning kemudian pada sore harinya mereka berkata “oh, sehari telah berlalu dari ketentuan tiga hari yang di janjikan adzab”. Pada hari jum’at, hari kedua setelah kejadian itu wajah mereka berubah berwarna merah, pada sore harinya mereka berteriak “oh sudah 2 hari setelah 3 hari yang di janjikan adzab”, selanjutnya pada hari ketiga, tepat pada hari sabtu wajah mereka berubah menjadi hitam dan pada sore harinya mereka berteriak “oh sudah 3 hari dari hari yang di janjikannya adzab”.

Kemudian pada ahad pagi, mereka duduk termangu dan menerka-nerka dari manakah asal adzab tersebut datang. Ketika matahari terbit terdengarlah suara Guntur yang menggelegar, sementara itu terjadi gempa yang sangat dahsyat dari dalam bumi sehingga menyebabkan nyawa melayang berjatuhan.

Setelah suasana Kembali tenang, tidak ada satupun lagi jiwa yang masih bernapas dan bergerak, para ulama menyatakan bahwa tidak ada seorangpun yang tersisa (dari kaum tsamud yang kafir). Akhirnya mereka semua yang membangkang binasa, kecuali hanya orang-orang yang memang mendapatkan perlindungan saja dari Allah, termasuk Nabi Shaleh di dalamnya.

Denok Aprianti